KPK mengungkap penyuap Bupati Bekasi ternyata pemain lama, memicu dugaan korupsi berantai sejak era sebelumnya.
KPK kembangkan kasus suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Sarjan, penyuap, ternyata vendor langganan sejak era bupati sebelumnya, memicu dugaan praktik suap berantai yang melibatkan pejabat terdahulu. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Bekingan.
Jejak Penyuap di Era Bupati Sebelumnya
KPK mengidentifikasi Sarjan (SJ), penyuap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, juga sebagai penyedia barang dan jasa pada era bupati sebelumnya. Informasi awal ini diperoleh KPK dalam penyelidikan kasus suap proyek yang sedang berjalan, menunjukkan Sarjan bukan pemain baru dalam pengadaan proyek di Kabupaten Bekasi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan temuan ini di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025). “Kami mendapatkan informasi awal bahwa SJ juga menjadi vendor untuk beberapa proyek pada periode bupati sebelumnya,” kata Budi. Pernyataan ini membuka kemungkinan pola suap yang terstruktur dan berulang.
KPK kini akan menelisik lebih jauh apakah Sarjan menggunakan modus suap serupa kepada bupati-bupati terdahulu. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap seberapa dalam akar korupsi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bekasi. Masyarakat pun diajak untuk proaktif melaporkan ke KPK jika memiliki informasi terkait praktik korupsi tersebut.
Modus Operandi Dan Dugaan Suap Berantai
Budi Prasetyo menguraikan bahwa fokus pendalaman KPK adalah apakah modus suap yang dilakukan Sarjan hanya terjadi pada periode Bupati Ade Kuswara Kunang. Atau, apakah praktik serupa sudah berlangsung di periode-periode bupati sebelumnya. Penyelidikan ini penting untuk mengetahui sejauh mana jangkauan korupsi yang mungkin terjadi.
“KPK juga akan menelisik ya, apakah saudara SJ ini dalam melakukan suap proyek itu dilakukan pada tempus atau pada periode Bupati ADK ini saja, atau juga sudah dilakukan pada periode-periode sebelumnya,” tambah Budi. Pertanyaan ini menjadi inti dari pengembangan kasus, mencoba mengungkap pola dan sistematisasi suap.
“Nah apakah modus-modus serupa juga dilakukan oleh saudara SJ atau tidak, nah nanti kita akan dalami,” ujarnya. Penyelidikan akan mencakup analisis transaksi keuangan dan jejak proyek yang melibatkan Sarjan di masa lalu. Ini bertujuan untuk membuktikan adanya suap berantai dan jaringan yang terlibat.
Baca Juga: Heboh! Aura Kasih Disebut-Sebut KPK Terkait Kasus Korupsi Bank BJB
Kasus Suap Ijon Proyek, Berawal Dari OTT KPK
Kasus suap ijon proyek yang menjerat Bupati Ade Kuswara Kunang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis (18/12). Dalam OTT tersebut, Ade Kuswara ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menerima uang ijon proyek sebesar Rp 9,5 miliar sebagai imbalan atas proyek yang belum dimulai.
Selain Ade Kuswara, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Mereka adalah ayahnya, HM Kunang, dan Sarjan (SRJ) sebagai pihak swasta yang memberikan suap. Penetapan ini dilakukan setelah KPK mengumpulkan bukti permulaan yang cukup dari hasil OTT.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan proyek ini baru digarap tahun depan. Uang muka sebesar Rp 9,5 miliar diberikan sebagai jaminan proyek. ‘Total ijon yang diserahkan SRJ kepada ADK dan HMK mencapai Rp 9,5 miliar, diberikan empat kali melalui perantara,’ kata Asep.
Permintaan Maaf Dan Komitmen KPK Dalam Pemberantasan Korupsi
Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (20/12), Bupati Ade Kuswara Kunang sempat menyampaikan permintaan maaf. Hal itu diucapkannya saat digiring menuju mobil tahanan KPK. Permintaan maaf tersebut menyiratkan pengakuan tidak langsung atas perbuatannya, meskipun proses hukum masih terus berjalan.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik dan menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di berbagai tingkatan. Penelusuran jejak penyuap hingga ke periode bupati sebelumnya menegaskan bahwa KPK tidak hanya berhenti pada satu kasus. Mereka akan terus menggali dan membongkar jaringan korupsi yang lebih luas.
KPK berharap masyarakat aktif memberikan informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi. Dengan dukungan masyarakat, upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih efektif. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas pejabat publik dan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pemerintah.
Jangan lewatkan update berita seputaran Bekingan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com