Proyek Mini Zoo Purworejo mangkrak dan seret 3 orang kasus korupsi, benarkah ada skandal besar di balik dana yang hilang?
Proyek Mini Zoo di Purworejo yang seharusnya menjadi destinasi wisata justru berakhir mangkrak dan memicu kasus korupsi. Tiga orang telah terseret dalam pusaran hukum, menimbulkan dugaan adanya penyimpangan anggaran.
Publik pun mulai mempertanyakan transparansi proyek ini: apakah benar ada skandal besar yang selama ini tersembunyi? Bekingan ini mengulas kronologi proyek, dugaan korupsi, serta langkah hukum yang kini tengah berjalan.
Proyek Mini Zoo Purworejo Berakhir Mangkrak
Proyek pembangunan Mini Zoo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang semula diharapkan menjadi destinasi wisata baru justru berakhir mangkrak. Ini dibangun sejak tahun anggaran 2023 dengan nilai mencapai sekitar Rp 9,6 miliar dari APBD daerah. Namun hingga 2025, pembangunan tidak dilanjutkan dan terbengkalai.
Mini zoo tersebut berlokasi di kawasan Jalan Purworejo–Magelang, Desa Keseneng, dan direncanakan menjadi ikon wisata baru yang dapat meningkatkan pendapatan daerah. Sayangnya, proyek ini justru menjadi sorotan karena kondisi bangunan yang tidak layak dan tidak aman untuk digunakan publik.
Mangkraknya proyek ini memicu kecurigaan adanya penyimpangan dalam proses pembangunan. Kejaksaan Negeri Purworejo kemudian turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan korupsi yang terjadi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Dalam perkembangan kasus, Kejaksaan Negeri Purworejo menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pejabat pembuat komitmen (PPK), pihak penyedia jasa konstruksi, serta konsultan pengawas proyek.
Ketiga tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Purworejo setelah ditetapkan. Penahanan dilakukan selama 20 hari sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan hingga saat ini.
Penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan penggunaan anggaran negara yang besar.
Baca Juga:Â Terungkap! 7 Jaksa Kena Pemeriksaan, Wira Arizona Jadi Sorotan
Dugaan Penyimpangan Anggaran Dan Pekerjaan
Hasil penyelidikan menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan dalam proyek pembangunan Mini Zoo tersebut. Salah satunya adalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan sebelumnya.
Selain itu, ditemukan fakta bahwa pembayaran proyek telah dilakukan hingga 100 persen meskipun progres pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Hal ini menjadi indikasi kuat adanya pelanggaran dalam proses administrasi dan pengawasan proyek.
Audit yang dilakukan juga mengungkap bahwa proyek ini menyebabkan kerugian negara yang cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp 6,5 miliar. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menetapkan para tersangka dalam kasus tersebut.
Proyek Dinilai Tidak Layak Dan Berisiko
Selain dugaan korupsi, kondisi fisik bangunan Mini Zoo juga menjadi perhatian serius. Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa bangunan yang telah dibangun tidak memenuhi standar dan dinilai tidak layak untuk digunakan.
Beberapa bagian konstruksi disebut tidak sesuai dengan perencanaan awal, termasuk proses pembangunan yang tidak mengikuti prosedur teknis yang seharusnya. Hal ini membuat bangunan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung jika tetap digunakan.
Faktor lokasi juga menjadi sorotan, karena proyek dibangun di area yang diduga rawan longsor. Kondisi ini semakin memperparah masalah yang ada, sehingga proyek akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan dibiarkan terbengkalai.
Proses Hukum Dan Ancaman Hukuman
Kejaksaan Negeri Purworejo terus mendalami kasus ini dengan melakukan pengumpulan bukti tambahan. Termasuk penggeledahan di sejumlah lokasi yang terkait dengan para tersangka.
Dalam proses penyidikan, aparat juga menyita berbagai dokumen penting serta perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan proyek tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat bukti dalam proses hukum yang berjalan.
Para tersangka dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi dan terancam hukuman berat, bahkan hingga 20 tahun penjara. Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya transparansi dan pengawasan ketat dalam penggunaan anggaran negara.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com