DPR nilai Thomas Djiwandono di BI akan memperkuat sinergi fiskal dan moneter, jadi kunci kestabilan ekonomi nasional.
Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia mendapat perhatian DPR. Legislator menilai peran Tommy krusial untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan fiskal pemerintah.
Dan kebijakan moneter BI, sehingga stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Bekingan ini membahas pandangan DPR terkait strategi dan harapan mereka terhadap kepemimpinan baru di BI.
DPR Apresiasi Penunjukan Thomas Djiwandono Di Bank Indonesia
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa Thomas Djiwandono, yang baru saja disetujui sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, akan berperan penting sebagai perekat antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI. Cucun menilai posisi ini strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi guncangan yang dapat muncul di pasar finansial.
Menurut Cucun, peran Thomas sangat krusial untuk memastikan pemerintah memiliki buffer atau shock absorber dalam menjaga ketahanan ekonomi. Hal ini penting agar ketika terjadi tekanan eksternal maupun internal, fiskal dan moneter tetap solid.
Selain itu, Cucun menegaskan bahwa meskipun isu penunjukan Deputi Gubernur sering menimbulkan spekulasi dan anggapan pasar terguncang, Thomas harus diberikan ruang untuk bekerja secara profesional. Ia yakin pengalaman dan kapasitas Thomas dapat menjawab ekspektasi legislatif dan publik.
Proses Pengesahan Di Rapat Paripurna DPR
Rapat Paripurna DPR RI telah secara resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031. Sidang paripurna digelar di kompleks parlemen Jakarta dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Sebelum pengesahan, Komisi XI DPR melaporkan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Thomas, yang menilai calon Deputi Gubernur ini memenuhi syarat integritas, kompetensi, dan independensi.
Saat pengambilan keputusan, Saan menanyakan persetujuan sidang secara keseluruhan terhadap laporan Komisi XI. Seluruh anggota dewan yang hadir memberikan jawaban setuju, ditandai dengan ketukan palu pimpinan sidang. Dengan demikian, Thomas resmi menggantikan Deputi Gubernur sebelumnya, Juda Agung, yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
Keputusan ini menandai awal peran Thomas dalam memimpin kebijakan moneter BI bersama Gubernur. DPR menekankan pentingnya dukungan dan pengawasan terhadap Thomas agar kinerja Bank Indonesia tetap selaras dengan tujuan stabilitas ekonomi, inflasi terkendali, dan koordinasi fiskal yang harmonis.
Baca Juga: Prapid Ditolak, Kadis Samosir Sah Jadi Tersangka Korupsi Bantuan Bencana
Peran Thomas Sebagai Perekat Fiskal Dan Moneter
Cucun menekankan bahwa Thomas bukan sekadar figur administratif di BI, tetapi menjadi penghubung vital antara fiskal dan moneter. Sebagai perekat, Deputi Gubernur baru ini diharapkan mampu menjembatani kebijakan Kementerian Keuangan dan BI, memastikan sinergi antara pengeluaran pemerintah dengan pengendalian inflasi. Hal ini juga berkaitan dengan menjaga kepercayaan pasar dan investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
DPR menilai koordinasi yang solid antara fiskal dan moneter dapat menjadi shock absorber ketika ekonomi menghadapi tekanan seperti kenaikan harga komoditas, fluktuasi nilai tukar, atau dampak bencana global. Thomas diharapkan mampu memanfaatkan pengalamannya dalam bidang keuangan dan ekonomi untuk menyiapkan strategi mitigasi dan menjaga stabilitas sistem perbankan.
Selain itu, Thomas juga memiliki tugas menjaga independensi BI sekaligus memastikan kebijakan moneter tetap realistis dan sejalan dengan rencana pemerintah. Dengan posisi ini, Thomas diharapkan tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai mediator yang menjembatani kepentingan fiskal dan moneter dalam jangka panjang.
Harapan DPR Terhadap Kepemimpinan Thomas
Legislator DPR mengingatkan bahwa tanggung jawab Thomas bukan hanya soal angka dan inflasi, tetapi juga tentang kredibilitas dan transparansi. DPR berharap Deputi Gubernur BI baru ini dapat menegakkan prinsip profesionalisme, menjaga integritas, dan memberikan arahan strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Cucun menekankan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak agar Thomas dapat menjalankan perannya dengan optimal. Selain itu, koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan, akan menjadi kunci keberhasilan Thomas dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan pengesahan ini, DPR menaruh harapan besar bahwa Thomas Djiwandono dapat menjadi perekat dan katalisator bagi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia. Ia diharapkan mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dan panjang, sambil menjaga kepercayaan publik serta stabilitas pasar keuangan nasional.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari harianinhuaonline.com